INSPIRATION
this site the web

PIKIR HATI DAN RASA

image
image
image
;

Pohon dan Hati


Sehelai daun jatuh dimusim gugur, dan diikuti oleh yang lainnya sehingga berserakan terhampar diatas tanah. Tak bersikeras dia mempertahankan hijau dedaunanya untuk tetap berada dirantingnya karena dia sadar cepat atau lambat dia kan pergi untuk berganti. berbagai musim dilewati tapi dia tetap tegar berdiri tegak saat badai hujan, atau, panas, dengan sabar dia membiarkan siapa saja yang kepanasaan atau kehujanan berteduh di bawahnya.

Jika hati ini seperti pohon itu, sabar saat harus kehilangan bagian yang berarti dari dirinya, tegar saat ditempa berbagai macam ujian dan cobaan, dan bisa menjadi peneduh bagi siapa saja yang bernaung dibawah kesejukannya... hidup ini pastilah indah seindah pagi yang hangat dengan binar-binar embun dan kicau burung dan suara siulan angin yang menyatakan setiap hari adalah anugrah...

Alhamdulillah...

Dia adalah kerinduan


Kerinduan itu seperti malam menunggu pagi, seperti kemarau menunggu hujan, dan seperti oase di hamaparan sahara... untuk rindu yang mendalam, hamparkan ia pada segenap jiwa, hingga helaan nafas berhembus atas namanya, hingga detak jantung berirama atas namanya, hingga hidup ini... indah atas nama...... nya...

Artikan mimpi kedalam nyata, dan artikan nyata kedalam mimpi, bagi jiwa yang tenang, dia tiada beda, nyata dan mimpi ibarat hidup dan pengharapan... suatu yang hilang dalam nyata berharap hadir dalam mimpi, atau sebaliknya...

Cinta tak mengenal siang atau senja, dia hinggap pada apa saja atau siapa saja sekehendaknya... dan kubiarkan saja dia nyaman dalam jiwa dan raga ini...

Masih tentang aku

Aku melihat dari sudut pandang yang berbeda, mengartikan makna, dan memaknakan arti. Tentang hidup dan kehidupan, tentang awal dan akhir, tentang hitam dan putih, dan tentang semua yang dianggap berbeda, pada hakikatnya adalah sama. Sama Karena mereka ada atas kehendak-Nya, sama karena mereka tercipta dari kuasa-Nya. Pikir, hati, dan rasa, jiwa, raga dan nyawa. Mereka berpadu menjadi kita. Untuk teman, kekasih dan sahabat tak hentinya kukatakan ini, kalian adalah yang terhebat...

Apa adanya aku

Kubiarkan aku mengelana kearah yang belum pernah kurambah,
kutak ingin menjadi serakah dan jauh dari berkah,
ketika senja mulai memerah, malam menggenggam dengan ramah,
aku terperah oleh amarah, resah dan gelisah diantara kaki-kai yang goyah,
tujuanku kini hanyalah pasrah, yakinku takan menyerah, dan langkahku kian terarah


Untuk teman kekasih dan sahabat, kalian adalah yang terhebat,
pikir, hati dan rasa ini kuikat erat pada hati kalian yang teramat hangat,
izinkanlah aku selalu menjadi bagian dari hakikat kebersamaan yang kuat,
hingga jiwa, raga, dan segenap indra menjadi satu rasa sebagai perekat...


Rusmana 4UnMe

Dia Bukan Cinta

Untuk cinta yang terabaikan, yang telah berjalan melangkah bersama keresahan menampakan buram satu masa, hitam satu arah, gelap nuansa takdir... lalu kusadar itu bukanlah cinta... Dia hanya bersembunyi dibalik keagungan cinta, memanipulasi atas nama cinta, kamoflase bertopeng cinta... sejatinya dia tak pernah bisa berpadu dengan cinta... dia bukan cinta... Cinta itu mengabdi, cinta itu berkorban, cinta itu memberi, dan cinta itu berbagi... Sementara, dia itu serakah, dia itu ingin menguasai, dia itu posesif, dia itu arogan, dan dia itu tak terkendali... jadi dia bukan cinta...

AWAN DAN PURNAMA

Langit Bandung mendung menyembunyikan sinar matahari dibalik awan hitam disebelah barat menjelang malam. Senja sebentar lagi berakhir mempersilakan malam menggantikannya. Aku berdiri dibalik jendela merasakan angin yang menghembus menerpa rambut dan wajahku dan jauh masuk ke lubuk hatiku. Hujan gerimis kecil berjatuhan menghanyutkan debu-debu ditepi jalan dan membersihkan dedaunan juga rumput dibawah jendela tempatku berdiri. Aku masih berdiri melihat kearah manusia yang datang dan pergi sampai tak seorangpun kulihat berlalu lalang lagi . Karena malam memang telah beranjak gelap, hujanpun kian deras seolah langit menumpahkan kesedihan yang teramat dalam. Terkadang lamunanku dikagetkan oleh suara gelegar petir dengan kilatan cahaya membuat seberkas cahaya yang menampakan semua yang ada dalam kegelapan walau hanya sepintas.

Bandung, Kota ini begitu dalam menyimpan dan memberikan kenangan juga pengalaman hingga saat kuberdiri dimalam ini. Bandung yang sarat dengan keindahan, alam yang subur, cuaca yang sejuk, dan penghuninya yang ramah membuat aku tak ingin beranjak dari kota ini. Jika saja sisa hidupku bisa kulalui di kota ini, maka kuingin peristirahatan terakhirkupun disini. Bandung, kota yang melukiskan sebagian hidupku, impianku, cita-citaku dan cintaku. Untuk satu jiwa yang tak pernah lelah berhenti dari sebuah harapan terus menerus mencari sebuah persinggahan terakhir. Kemarin, hari ini dan esok, juga lusa dan entah sampai kapan aku akan memenukan akhir dari kisahku ini.

Malam mulai menajam menikamkan dingin pada seisi bumi, hujan telah mereda terseka oleh angin yang mengusir segerombolan awan yang memencar memanggil purnama untuk sedikit memberikan cahaya pada gulita malam ini. Enatah wajah siapa yang terukir dari raut purnama itu, atau nama yang terbisik dari desiran angin itu, atau kesmuanya itu hanyalah bayangan yang samar, datang sebentar lalu menghilang. Kuyakini pikir, hati dan rasa ini meluap dari gejolak yang menguasai segenap jiwa dan ragaku dikala rindu menggenggam dan memaksanya untuk tetap menanti dan menanti “dia” yang telah pergi dan entah kapan kembali.

Dulu kulewati malam seperti ini tak sendiri, dulu aku berbagi tentang malam yang diibaratkan penantian, tentang rembulan yang diibaratkan harapan, dan angin yang diibaratkan teman dalam perjalanan menuju pagi. Dia pernah berkata tentang mimpi dan nyata, tentang hayal dan harapan, tentang hidup dan perjalanan, atau tentang pertemuan dan perpisahan dan tentang fana dan keabadian. Lekat dalam ingatan saat dia mengungkapkan isi hati melalui binar matanya, tentang rasa melalui senyumnya, dan tentang cinta melalui tutur sapanya. Sekejap bersamanya merasakan penyatuan hati dan rasa adalah seabad untuk menggantikannya. Sedetik berada di sisinya adalah untuk selamanya dia tetap ada. Malam ini kumelihat rembulan yang sama saat dia disini, malam ini kuberada dibawah langit yang sama saat dia ada disisiku, tapi malam ini kunikmati malam seperti ini dalam kesendirian.

Kuyakin saat kubisikan kata ini kau mendengar, karena angin akan mengabarkannya padamu dimanpun kau berada, “Terimakasih untuk rasa yang tak pernah mati, untuk hati yang tak lelah menanti, dan untuk cinta yang tetap suci terabadaikan oleh nurani, dan untuk semua yang datang dan pergi atau peran yang silih berganti tetap saja satu yang takkan terganti”. Kuucapakan selamat malam untuk jiwa yang kelelahan, beranjaklah kearah peristirahatan, untuk menyambut hari esok dengan penuh keindahan, untuk hari esok yang menjanjikan kebahagiaan, dan untuk hari esok yang masih membawa harapan......

CINTA

Cinta adalah keagungan, kesucian, dan keindahan. Tuhan mencipta semeta alam dengan cinta-Nya, Sang ibu rela mempertaruhkan setengah nyawanya karena cintanya pada buah haatinya, dan kehidupan masih berjalan karena masih adanya cinta. Dimana ada cinta disitu ada kehidupan...